Asupan Fisik dan Psikis Bulan Ramadhan


 Sahabat tak terasa waktu begitu cepat berlalu bulan Ramadhan tahun ini hampir berakhir. Andaikan ini Ramadhan terakhir kita, apa yang kita sudah lakukan? Aktivitas di bulan suci Ramadhan begitu padat, bila  kita manfaatkan untuk beribadah jangan ada waktu yang sia-sia. 

Kejar pahala di bulan Ramadhan dengan beribadah dan menambah amalan wajib maupun sunah. Bukankah hidup ini harus seimbang? Jangan hanya mementingkan dunia. Jika kita ingin mendapatkan ketenangan jiwa, maka semua hal bisa kita lakukan. Ya, dengan hidup yang bermanfaat.

Dalam tulisan ini saya ingin mengajak sahabat agar jangan lupakan Allah. Baca dzikir pagi dan petang, panjatkan doa memohon ampunan Allah Swt agar hidup kita selalu dalam penjagaan-Nya. Jangan lupa menyayangi tubuh kita dengan menjaganya agar tetap sehat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Kondisi psikis kita sangat mempengaruhi mood dan semangat kita dalam beribadah di bulan suci. Maka, ibarat kita sedang menabung jadikan bulan Ramadhan ini sebagai sarana untuk tabungan amal yang suatu saat akan kita petik. Perjuangan menabung amal di akhirat nanti adalah bentuk rasa cinta dan keyakinan kita pada Allah. Jika ini adalah Ramadhan terakhir Anda apa yang akan Anda persembahkan untuk Sang Pencipta?

Saya yakin Anda akan penuh semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka, ayo kenali tubuh sendiri. Di saat tubuh butuh bergerak, jangan kita biasakan bermalas-malasan. Penyakit diabetes, obesitas, jantung dan ginjal sering terjadi salah satunya karena faktor kurang bergerak. Selain itu, kita juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan.

Dalam hal ini Allah swt berfirman:

 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  

Artinya:  Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (QS. Al-A’raf, Ayat: 31).

Rasulullah sendiri menganjurkan pada umatnya agar tidak berlebihan dalam makan dan minum, Nabi saw menyarankan agar seseorang makan dan minum dalam kadar yang sedikit, cukup makan beberapa suapan dengan kadar yang dapat menegakkan punggungnya. 

Solusinya cukupkan asupan protein dalam tubuh kita dan tambah dengan karbohidrat kompleks secukupnya tidak berlebihan. Karbohidrat dan protein ibarat bahan bakar dalam tubuh kita. 

Jumlah kebutuhan bahan bakar itu tidak boleh kurang atau kelebihan. Jangan lupa imbangi dengan memperbanyak konsumsi vitamin, mineral, serta konsumsi lemak yang sehat seperti alpukat, ikan dan telur.

Muslim yang kuat akan menjadi tangguh. Bila hidupnya seimbang antara fisik dan psikisnya. 

Usahakan asupan di dalam tubuh kita adalah makanan yang sehat, bergizi dan halal. Jangan lupa juga dengan asupan psikis di dalam tubuh kita karena hal itu akan berdampak positif bagi jiwa jika kita, jadi ayo menyayangi diri kita dengan berolah raga dan melakukan amalan yang membuat fisik kita sehat dan bugar. Salam semangat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”