Jurnal Syukur, 5 Nopember 2024
Tiga hal yang aku syukuri saat ini:
Pertama, aku bahagia karena melihat anak-anakku tumbuh sehat tanpa kurang suatu apapun, meskipun aku sedang mengalami sakit yang menular, tapi keluarga kecilku baik-baik saja. Kami bisa tinggal satu atap tanpa khawatir penyakitku akan menular ke yang lainnya. Aku bisa mendengar dan melihat mereka tertawa dan bercanda seperti biasanya.
Kedua, aku bersyukur karena bisa membagikan banyak tulisan dengan teman-teman di blogku www.mahyrasenja.com. Rasanya aku bahagia bisa produktif lagi menulis dan membagikan pengalamanku dengan orang lain. Apalagi semalam, aku dan sahabat SIL sharing ilmu bersama bintang KBM yang menginspirasi kami untuk terus semangat berkarya.
Ketiga, aku bersyukur hujan sore ini membawa berkah. Aku bisa mengimajinasikan ide baru dan menulis tentang hal-hal yang kuinginkan serta mencicipi minuman hangat untuk mengusir penyakit yang masih menempel di tenggorokan.
Aku bersyukur bisa menyelesaikan tugas pekerjaanku dengan baik. Dengan begitu aku merasa lega. Tidak ada rasa khawatir. Aku senang bisa beristirahat.
Aku bersyukur bisa memaafkan diriku sendiri atas apa yang sudah kulakukan dan aku tidak menyesali semua yang terjadi. Aku bahagia bisa berdamai dengan keadaan dan menerima kenyataan dengan ikhlas. Itulah rasa syukur yang kupanjatkan pada illahi hari ini.
###
Sahabatku, bila kita memikirkan suatu pengalaman yang menyakitkan dan sudah lama terjadi itu wajar, kita butuh waktu untuk memprosesnya, menyelesaikannya, dan mungkin mendapatkan suatu pemahaman, makna, atau pesan dari semua peristiwa yang terjadi.
Sahabatku tujuan kita melakukan kegiatan latihan dalam jurnal syukur yaitu dengan Deep Talk atau menyentuh diri kita lebih dalam lagi.
Latihan yang akan kita coba sebagai berikut:
*Latihan tentang penerimaan
1. Carilah lokasi tenang agar kita bisa relaksasi tanpa adanya gangguan. Pejamkan mata dan cari posisi nyaman. Latihan ini hanya perlu dibaca, dipahami, dan dibayangkan, jadi tanya jawabnya dilakukan dengan diri sendiri secara mandiri. Saat ini, latihan bisa dilakukan di mana saja, tetapi sahabat semua harus fokus dan meminimalisasi distraksi yang ada di sekitar kita supaya bisa menyelami lebih dalam diri kita sendiri.
2. Pikirkan situasi tadi dari sudut pandang diri kita sendiri, dari mata kalian sendiri. Bagaikan kita menatap orang lain dari suatu kejadian. Coba ingat-ingat satu pengalaman yang membuat kita emosi. Bagaimana kamu mengambil sikap? Bagaimana perasaanmu saat kejadian itu? Apa yang kamu lihat? Rasakan efeknya terhadap tubuhmu:
(misalnya: kekakuan, ketegangan fisik, dan perasaan lain yang menyertai) – amati saja. Kemudian, tanya ke dalam dirimu sendiri: Seperti yang kita ketahui, emosi berakar dari masalah ketakutan dan kendali. Apa yang kutakuti? Apa yang kamu yakini tentang situasi itu? Apa ketakutan yang ada dibalik emosi? Berikutnya, menjauhlah dan pandang situasi itu bagaikan kamu seorang pengamat, memutar ulang kejadian sekali lagi.
Bicaralah kepada dirimu sendiri dan pikirkan mengapa “orang itu” sangat emosi? Sekarang, kita akan mengintegrasikan latihan relaksasi singkat untuk membantu kita meresapi perasaan yang sudah berubah. Apa kebutuhanku yang tidak terpenuhi sampai detik ini?
Jika sudah dilakukan, habiskan waktu sebanyak yang kamu mau untuk memikirkan perilakumu dan motivasi apa yang ada dibaliknya. Kembalilah ke dalam dirimu sendiri dan habiskan waktu beberapa lama untuk mengapresiasikan pilihanmu dalam melakukan sesuatu terhadap rasa emosi selanjutnya melepaskannya, bukannya membiarkan rasa itu mendefinisikan dan mengekangmu lalu terakhir, tersenyumlah.
Selamat mencoba jurnal syukur, ayo kita buat jurnal harian yang menarik dan bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar