Tips Personal Branding untuk Pemula


 Awal saya menjadi penulis pemula, saya tidak tahu bagaimana mempromosikan sebuah buku. Sekarang saya mulai belajar dan ikut kelas-kelas online untuk belajar menggunakan aplikasi seperti capcut, canva dan pinterest serta aplikasi lainnya untuk membuat konten di Instagram, tiktok dan FB. Jika saat ini saya menyampaikan materi ini bukan berarti saya paling jago, tapi karena saya ingin berbagi ilmu dari kelas yang sudah saya ikuti.

Adakah yang tahu kenapa kita harus bisa mempromosikan karya? Karena setiap penulis dituntut untuk bisa selling point. Ada point plus yang dilirik penerbit, jika kamu bisa membranding diri sebagai penulis dan bisa mempromosikan karyamu.

Baik di penerbit indie maupun di penerbit mayor. Ya, kamu harus totalitas terjun sebagai penulis yang semangat mempromosikan karya dengan berbagai cara salah satunya membuat konten di medsos seperti Instagram. 

Kalau dua tahun lalu konten microblog sangat marak, tahun kemarin dan sekarang yang marak justru berupa reel. Selain itu, tiktok dan you tobe short juga bisa menjadi pilihan terbaik untuk mempromosikan karya. 

Saat ini marak pelatihan AI di mana-mana, ini juga menjadi bekal kamu untuk bisa promosi. Dari penulis KBM App saya mengamati mereka banyak promosi di tiktok. Itu mengapa karya mereka langsung mendapatkan viewers yang banyak dan melonjak rejekinya. Semoga kita semua ketularan, ya. Amin

Sebagai penulis pemula kamu harus sudah siap terkenal dan jangan insecure. Cobalah melesat lebih tinggi dengan sering nongol di berbagai komunitas ilmu kepenulisan dan berbagi ilmu di sana atau kamu juga bisa menyerap ilmu dari para senior. Contohnya para penulis di KBM App dan penulis mayor.

Udah siap terkenal belum? Kalau belum, siapkan mental dulu. Yuk, belajar bareng personal branding bersama! Saya pun masih belajar menjadi konten kreator karena saya tahu pentingnya membangun branding dan saya berkolaborasi serta bersinergi dengan penulis lain untuk sama-sama belajar dari nol.

Mungkin kamu berpikir, buat apa sih bikin konten? bikin capek aja, belum lagi mikirin caption dan lainnya. Emang kalau mau jadi penulis kudu terkenal gitu? Ya, coba kamu pikir, kalau penulisnya artis yang sudah punya nama, baru nulis satu buku aja sudah viral dan bukunya best seller gimana kita yang tiap hari cuma dasteran aja di rumah, tanpa aktivitas atau karya yang dipublish ke medsos?

Sadar atau nggak, dampak medsos begitu luar biasa. Kalau mau terkenal, ya harus mau dikenal. Caranya mudah, kok. Kamu harus memantapkan diri menjadi penulis yang dikenal masyarakat dunia.

Personal branding yaitu cara memasarkan diri kita ke media sosial. Kunci belajar branding adalah agar membuat orang lain terpengaruh pada kita. Ya, Kita butuh cara yang update dan bisa menarik pasar supaya apa? Bukan cuma dikenal sebagai penulis, tapi juga lebih dari itu. 

Orang jadi lebih mengenal kita dari sudut pandang seorang penulis kalau kita posting tulisan setiap hari. Saya pernah menjadi juara 1 menulis buku tentang pendidikan pada sebuah event menulis di Sekolah Menulis Indonesia. Sertifikat event tersebut saya tampilkan di sorotan Instagram tujuannya untuk apa? Ya, untuk branding.

 Memang kalau mau branding kita harus pamerkan kelebihan kita bukan untuk sombong tapi untuk semakin mempengaruhi orang lain. Termasuk membuat CV penulis. Sebab, nantinya CV tersebut akan menjadi acuan bagi orang lain untuk melihat siapa kita, karya kita dan prestasi kita di bidang literasi. Ini penting untuk membranding diri. Jadi, harus lengkap menuliskan pengalaman dan karya kita dalam literasi.

Bila kita posting tentang buku berarti orang akan tahu bahwa kita penulis buku. Tapi, ya gitu buku yang kita tulis kualitasnya sudah bagus atau belum tergantung usaha kita. Maka, belajar nulis itu proses, ya. Tidak semudah membolak balikkan tangan. Sama juga seperti belajar branding. Semua itu butuh proses.

Yang penting saat ini adalah membuat branding agar dikenal masyarakat bahwa kamu seorang penulis.

Keuntungan branding buat kamu yaitu kamu akan lebih dipercaya orang lain dan banyak orang yang akan menghubungi kamu terkait dunia kepenulisan serta buku kamu akan cepat laku di pasaran.

Jika kamu ingin membranding diri sebagai penulis motivasi, ada baiknya kamu posting ke medsos tulisan inspirasi yang menggugah dan memotivasi.

Tiga hal yang penting dalam personal branding yaitu nilai, keterampilan dan tingkah laku.

1. Nilai artinya apa yang kamu posting harus bernilai manfaat bagi orang lain, misalnya kamu membranding sebagai penulis cerita anak maka kamu harus posting seputar cerita anak. Kamu bisa menyelipkan hal positif bagaimana menjadi penulis cerita anak dan kamu bisa posting cerita anak yang berkualitas.

2. Keterampilan artinya kamu harus berlatih setiap hari memposting tulisan yang menjadi keunggulan bagi dirimu misalnya seorang guru memposting tulisan seputar dunia pendidikan. 

Nah, di sini jangan lupa perhatikan tulisanmu agar orang yang melihat bisa menilai bahwa tulisanmu bagus jadi kurangi typo dan periksa dahulu sebelum posting di medsos. Intinya tulisan yang diposting harus melalui tahap editing.

3. Tingkah laku artinya sebagai penulis kita harus tonjolkan attitude yang baik dan posting hal-hal yang menarik seputar genre atau tema yang kamu minati. Kalau kamu seorang guru ada baiknya membuat akun nama asli di medsos. 

Nama akunmu sangat berpengaruh terhadap branding dirimu. Oh iya, sikap yang baik akan menunjukkan bahwa kamu orang yang layak untuk dijadikan panutan bagi penulis lainnya. Maka, bila ada seseorang yang suka berbagi ilmu di sebuah komunitas, berarti dia sudah membranding diri. Itulah mengapa saya sering mengundang sahabat saya untuk berbagi ilmu supaya bertambah berkah dan dikenal.

Intinya jadi penulis itu, keuntungannya bisa jadi publik speaking juga, lho.

Sebelum kamu go publik dan menjadi publik speaker, kamu perlu memberanikan diri tampil di medsos dan nantinya kamu akan menjadi publik speaking yang handal terutama dalam berbagi ilmu tentang dunia kepenulisan secara online maupun offline.

Kalau kamu mengirim naskah di penerbit mayor ada point selling yang harus kamu tawarkan artinya kamu dituntut untuk membantu dalam mempromosikan buku.

Selling point yang harus kamu ingat adalah keunikan. Ya, kamu harus punya keunikan, misalnya saya sering posting quote motivasi di medsos. Itu berarti saya ingin dikenal, tujuannya sudah jelas dengan begitu orang-orang akan menilai saya sebagai penulis quote. 

Sahabat SIL, tidak peduli seberapa banyak like yang kamu dapatkan di medsos ingatlah bahwa membranding diri ini butuh proses dan waktu.

Akhir-akhir ini saya sering mampir di tiktok, meskipun baru 1533 orang yang menyukai postingan saya tapi saya tidak menyerah dan terus berusaha untuk posting. Ya, saya ingin membranding diri sebagai guru, penulis dan bahkan instruktur kebugaran. 

Kenapa? Karena jika kita dikenal orang maka memudahkan kita untuk memberikan pengaruh bagi orang lain. Tentunya jika kamu berhasil maka, hasilnya akan mendapatkan apa yang kamu inginkan. 

Sahabat SIL, saat ini adalah tahap awal kamu memproklamirkan diri sebagai penulis. Tentukan media sosial yang akan kamu pilih untuk branding diri misalnya bisa di tiktok, ig, fb dan youtobe. Media yang paling cepat closing adalah youtobe short dan tiktok.

Jika di Instagram caranya : Ubah profil media sosial menjadi akun creator. Tambahkan pemanis di profil. Mulai setor konten atau posting ke medsos. Profil Instagram harus jelas dan menjual, ya.

Hal yang tidak kalah pentingnya yaitu manfaatkan sorotan dan ubah akun ig menjadi akun profesional. Setelah itu, tambahkan link tree atau website yang kamu miliki. Jika tidak punya buat terlebih dahulu.

Tips supaya kamu tidak kehabisan ide untuk posting tulisan caranya gampang yaitu follow akun-akun yang setipe denganmu. Cari konten yang menarik dan sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Misalnya saya memfollow para penulis motivasi. Kemudian, buatlah dengan topik yang sama, tetapi pembahasannya berbeda.

 Cek konten yang mempunyai viewers yang bagus lalu daur ulang konten itu kemudian posting. Topik dan ide tidak jauh berbeda, tetapi ada ide dalam mengembangkan tulisan. Perhatikan postingan yang viral dan harus posting tiap hari, ya.

 Intinya kamu harus konsisten. Jika kamu sudah punya tekad saya yakin kamu akan berhasil dan dikenal oleh masyarakat. Selamat membranding diri semoga berhasil dan bukumu laris manis di pasaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”