Merayakan Cinta


 Bahagianya perempuan yang dicintai oleh seseorang yang menyayanginya karena nggak semua orang beruntung memiliki rasa cinta.

Betapa cinta itu buta tapi cinta bisa redup. Kadang datang dan pergi.

Bila tak bisa menjaga keutuhan cinta. Lama kelamaan cinta terkikis oleh waktu. Bahkan hilang diterpa angin lalu bila hidup tanpa cinta seseorang hidup dengan hampa tapi bila hidup dengan cinta rasa hati selalu berbunga-bunga.

Cinta yang abadi tidak hanya soal nafsu untuk mencium, memeluk dan menyayangi 

Cinta karena nafsu itu semu hanya ada di alam mimpi. Jika cinta tidak baik-baik saja, bisa menjaga cinta untuk selamanya?

Cinta yang hakiki adalah cinta pada illahi tiada yang menandingi.

Hidup dengan merayakan cinta dengan saling memberi dan menerima.

Berpegangan tangan sampai akhir menutup mata. Namun, cinta seperti fatamorgana.

Indah dan memabukkan, tapi cinta tidak selamanya hanya soal sentuhan fisik tapi juga ketenangan batin.

Bisakah mencintai tanpa menyakiti? Bisakah mencintai tanpa pamrih? Bahkan menuntut untuk mengejar kesempurnaan. 

Sejatinya hidup ini singkat. Kita tak boleh hanya memikirkan nafsu sesaat. Cinta yang sejati akan mampu mengalahkan badai. Dia akan bersemi meski musim berganti.

Dia akan selalu berbunga meski di musim gugur. Dia akan selalu menunggu sampai tiba maut memisahkan.

Kekuatan energi cinta meninggalkan jejak dalam kehidupan. Selamat merayakan cinta dengan orang terkasih. Hidup hanya soal waktu. Jangan sampai kita sia-siakan karena cinta anugerah Sang Pencipta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”