Menulis Kisah Inspirasi untuk Pemula


 Sejak remaja saya ingin menyampaikan dakwah lewat literasi seperti hadits riwayat Al-Bukhari yang berbunyi, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” 

Hal ini memberikan inspirasi bagi saya bahwa menulis merupakan jalan dakwah, berbagi ilmu, menyampaikan kebaikan, dan kebenaran, maka mari sama-sama belajar menulis karena dengan menulis kita mempunyai rekaman jejak hidup dan kisah yang kita tulis menjadi sejarah bagi anak cucu kelak. 

Sebuah pesan dari Buya Hamka dalam bukunya yang menarik: “Bahasa dakwah tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah atau pidato di Masjid. Namun, melalui roman yang indah memikat hati, dakwah pasti akan jauh lebih mengena.”

Dakwah bisa kita tulis dalam bentuk kumpulan kisah atau novel. Pembaca akan menyerap ilmu dan informasi yang kita tuliskan dalam sebuah buku.

Itulah alasan saya menulis buku kumpulan kisah inspirasi berjudul “Mengukir Jejak Asa.” Saya menulis buku ini dengan menggunakan bahasa sehari-hari supaya tidak terlalu kaku. Saya juga menggunakan gaya sudut pandang pembaca sehingga tidak terkesan menggurui. 

Mengapa kita perlu menulis dengan sudut pandang pembaca? Ya, menurut saya hal ini lebih komunikatif dan mengena karena seolah-olah kita sedang berbicara dengan pembaca. Hampir semua orang tidak suka dinasehati mereka lebih cenderung ingin didengar. Jadi, kita harus bisa mengambil hati pembaca dulu, setelah itu kita baru bisa memberikan masukan atau nasihat. 

Nasihat yang kita berikan bukan dengan perintah, tapi melalui kisah yang kita alami atau orang lain alami dan mempunyai nilai kehidupan. Dari nilai-nilai positif inilah pembaca akan menyerap pesan dalam cerita dan tentunya bisa masuk ke relung hati.

Buku ini adalah bagian catatan sejarah hidup saya dalam berjuang mencapai harapan. Jejak yang saya tuliskan ke dalam kisah inspiratif yang menggugah pembaca juga dari beberapa kisah teman dan kerabat yang membuat saya terinspirasi. Bila ada yang penasaran dengan bukunya bisa japri, ya. Khusus member komunitas SIL ada diskon, lho.

Sahabat, buku Mengukir Jejak Asa adalah karya pilihan yang sudah saya tulis sejak lama lalu saya perbaiki hingga menjadi buku, meskipun mungkin tiada karya yang sempurna, tapi buku ini adalah sebagian rekam jejak perjuangan hidup saya. Semua yang telah terjadi dan saya maknai sebagai ujian naik kelas karena kasih sayang-Nya yang mengajarkan saya arti hidup kehidupan.

 Intinya buku ini kelebihannya bukan buku cerita biasa, tapi buku cerita nyata yang menggugah pembaca dan berisi quote motivasi serta ilmu. Pelajaran yang diserap dalam buku bisa menjadi penyemangat hidup dalam meraih harapan dan dalam buku ini juga berisi perjuangan saya bangkit dari masalah kehidupan di masa silam.

Setelah saya melahirkan buku Self Healing Ala Muslimah Anti Galau pada tahun 2022 yang sudah dicetak dua kali tepatnya pada tahun 2023, maka pada tahun 2024 ini saya bertekad untuk melahirkan buku solo dengan genre motivasi juga, tapi dalam bentuk story true atau cerita inspirasi. 

Buku Mengukir Jejak Asa merupakan kumpulan tulisan yang sudah saya tabung sejak tahun 2021 dan diambil dari kisah yang pernah saya alami sejak kecil. Semua orang mungkin sudah mengenal saya sebagai penulis motivasi, quote atau tulisan bertema kesehatan mental dan edukasi. Ya, saya memang seorang penulis yang suka menulis berbagai genre, tapi dari semua tulisan, genre ini yang paling saya kuasai.

 Jadi, teman-teman jangan ragu untuk menikmati setiap rasa yang saya tuangkan ke dalam buku ini. Dalam menulis buku ini, seolah-olah saya sedang berbicara pada pembaca. Bukan berarti buku ini mengekspos semua yang pernah alami, tapi cerita dalam buku ini merupakan pilihan peristiwa yang saya goreskan ke dalam pena karena bagi saya menulis adalah obat dan setiap selesai menulis, saya merasa lebih rileks karena bisa berbagi rasa ke dalam tulisan. 

Buku ini merupakan buah pikiran saya dari apa yang sudah saya alami dan jejak kehidupan dari apa yang sudah saya perjuangkan selama ini. Bagi saya harapan di masa depan adalah rasa optimis yang harus dipupuk agar selalu semangat menjalani hidup.

Sahabat, adakah yang sudah tahu apa artinya story true atau kisah inspirasi? Ya, kisah inspirasi merupakan kisah yang berisi narasi fiksi atau pengalaman yang benar-benar terjadi yang mampu menggugah, menginspirasi, memotivasi dan memberi semangat orang yang membacanya.

Ada yang tahu gimana cara nulisnya? Tentu malam ini akan kita bahas, dimulai dari bagaimana menggali ide dalam kisah nyata yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari silahkan baca baik-baik materi pdf ini.

Meramu ide sederhana menjadi tulisan bermakna adalah hal yang mudah dilakukan asal kita punya tekad untuk menulis. Rahasianya adalah dengan belajar membiasakan diri menulis ekspresif. Tuangkan tulisan dengan bebas sampai akhir lalu ambil point penting untuk dijadikan pesan. Ya, kita juga bisa membuat quote motivasi yang akan menjadi pemanis dalam buku kita.

Cerita yang baik adalah cerita yang dijiwai dengan baik, maka solusinya adalah dengan mengambil cerita yang diangkat dari kisah nyata. Sebab, sensasi dan emosionalnya lebih “hidup” dibandingkan menulis cerita inspiratif yang sumbernya dari daya imajinasi orang lain. 

Bagaimana sudah membaca dan menyimak materi di atas? Sebenarnya tidak sulit menggali ide cerita yang terinspirasi dari kisah nyata, hanya saja kita tidak boleh menulis secara gamblang hal-hal yang berbau kekerasan, hinaan atau kata-kata yang memojokkan orang lain, kita harus mengemas tulisan menjadi rapih, mudah dipahami dan bernilai.

struktur cerita inspirasi diantaranya : 

1. Orientasi yaitu bagian pengantar awal cerita atau berisi pengenalan tokoh latar belakang tokoh. Contoh Sejak kecil aku memang hobi menulis, awalnya kukira semua itu hanyalah sebatas mimpi, karena aku tak punya biaya untuk melanjutkan kuliah. Orang tuaku hanyalah seorang buruh, rasa pesimis itulah yang menghantui pikiranku.

2. Kerumitan peristiwa pada konflik yang terjadi, dituliskan dengan runtut dan menarik, seorang penulis harus mampu menuliskan konflik dengan rumit dan dengan gaya penulisan yang mudah dipahami pembaca. Bumbu konflik sederhana sekalipun bisa menjadi menarik bila disampaikan dengan tidak biasa dan tentu menggugah hati pembaca. Contoh : Sedikit demi sedikit, honor hasil kerja setiap bulan aku tabung, untuk mendaftar kuliah. Memang tak mudah membangun mimpi di tengah hidup yang sulit, tetapi aku mempunyai prinsip bahwa aku harus berjuang dengan sungguh-sungguh dan terus melangitkan doa kepada Allah Swt, agar semua harapan itu terwujud.

3. Komplikasi yaitu konflik di dalam inti cerita artinya mengandung bagian yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan menginspirasi orang lain. Contoh : Saat berjalan satu tahun, terjadilah masalah serius. Aku harus menerima kenyataan pahit bahwa ternyata kampus tempatku menuntut ilmu itu, belum terakreditasi. Hal ini membuatku begitu khawatir, nantinya ijasah yang kumiliki akan sia-sia.

4. Resolusi yaitu bagian yang membangkitkan karakter tokoh, misalnya nilai karakter semangat. Jadi, di bagian ini nantinya kita bisa memunculkan kebaikan tokoh. Contoh : Aku tetap berikhtiar mencari solusi. 

Contoh 1 : Mulai dari bersedekah, Salat Hajat dan Salat Duha. Tetap saja, aku tak kunjung mendapatkan uang tersebut, hingga waktu pembayaran uang pangkal pun hampir habis. Dengan berat hati, aku beranikan diri untuk meminjam uang di kantor. 

Contoh 2 : Bibirku bergetar mengucapkan lafaz nama Allah, pandanganku mulai berembun penuh haru. Kemudian, aku mengucapkan terima kasih atas kebaikan hatinya. Di saat itulah, aku merasa pertolongan Allah begitu dekat.

Koda yaitu penutup cerita yang berisi pesan moral atau kesimpulan. Nah, di sini kita bisa menuliskan hikmah kehidupan dan quote sebagai pemanis dalam cerita. Contoh: Tetaplah berjuang dan berdoa, walaupun dihadang oleh duri. Ingatlah selalu ada jalan keluar bagi hamba-Nya yang mau berusaha mencapai secercah asa.

Sebelum menulis, saya membuat premis dan outline. Biasanya kedua hal ini terinspirasi dari kisah nyata.

Sebuah cerita pasti ada inti atau ide pokok cerita itu sendiri. Jadi, langkah yang pertama tentu saja menentukan tema, sebab tema ini akan menentukan cerita yang ditulis mengenai apa. Tema juga memberi informasi mengenai tokoh dan karakter yang perlu diciptakan. 

Tema cerita itu sangat luas dan banyak serta dalam kisah inspiratif idealnya mengambil tema yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Ide yang akan kita tulis bisa diambil dari pengalaman diri sendiri atau orang lain. Jangan lupa menentukan premis yang berisi tujuan dan halangan cerita yang kita tulis serta outline sebagai rancangan cerita agar kita punya pegangan bila mengalami kendala dalam menulis.

Outline adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis. Jadi berisi rangkaian ide yang penting untuk cerita yang akan dibuat. Dalam menyusun outline kamu perlu menuliskan secara detail strukturnya yang berisi potongan alur cerita yang disusun pada setiap adegan atau peristiwa.

Manfaat outline sebagai panduan cerita kamu hanya tinggal mengembangkan tulisan sehingga rancangan konflik pada setiap adegan lebih terarah.

Setelah membuat outline kami bisa merancang lebih detail peristiwa yang akan kamu tuliskan.

Jangan lupa melakukan riset dengan mencari informasi tentang apa yang akan kita tulis misalnya kita ingin menulis tentang profesi seorang dokter maka kita harus mencari tahu apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang dokter untuk menangani pasien dan apa saja obat yang harus diberikan dll. 

Dalam menyampaikan hasil riset tidak boleh semua informasi dari sumber dicopy paste. Coba tulis dengan pemahaman kita sendiri terkait info yang kita dapatkan karena ada kaitannya dengan masalah plagiasi.

Menulis sebuah cerita inspiratif perlu membangun ikatan dengan pembaca sejak paragraf pertama. Caranya dengan memberikan kesan positif sejak paragraf pertama. 

Mulailah dengan memperkenalkan tokoh dan latar belakangnya serta menjelaskan sedikit mengenai karakternya. Keadaan tokoh perlu dijelaskan di awal. Cerita yang semakin related dengan pembaca maka semakin baik. Jadi, bisa dibuat lebih emosional, tapi dengan kadar yang cukup. Gambarkan tokoh senyata mungkin di paragraf pertama. 

Jika boleh jujur, tidak ada pembaca di dunia ini yang menyukai cerita dengan akhir yang menggantung. Apalagi untuk cerita inspiratif, perlu ada konflik yang dibuat tuntas oleh penulisnya. 

Sehingga pembaca bisa langsung menarik pelajaran dan hikmah dari cerita tersebut tanpa perlu menunggu terbitan buku berikutnya. Konflik yang diulas perlu segera dicari bagian akhirnya bagaimana. Inilah pentingnya memilih kisah nyata untuk dijadikan cerita inspiratif agar terhindar dari konflik yang menggantung. 

Cerita inspiratif membutuhkan sentuhan emosional di dalamnya, sehingga perlu melibatkan perasaan atau aspek psikis dari pembacanya. Terutama dalam memaparkan konflik yang dialami oleh tokoh yang digambarkan. 

Meskipun dibuat ada unsur emosional pastikan alur cerita tetap relevan. Sebab cerita inspirasi tidak lagi memberi inspirasi jika alur ceritanya keluar dari logika. Maka gambarkan konflik apa adanya, dan ceritakan perasaan tokoh saat mengalaminya. 

Biarkan pembaca merasakan juga bagaimana perasaan tokoh dalam menghadapi konflik tersebut. Jika perasaan pembaca sudah terlibat maka akan membuat mereka membaca cerita sampai tuntas.

membangun feel cerita secara nyata atau real yakni memastikan cerita tersebut bisa dirasakan oleh pembaca sehingga pembaca seolah-olah terlibat dalam alur cerita. 

Bagaimana caranya? Mulailah dengan memposisikan diri sebagai tokoh utama, rasakan apa yang dirasakan tokoh dan apa yang dipikirkan tokoh untuk mengatasi konflik yang dialami. 

Kemudian, sampaikan dengan bahasa sederhana dan jelas.

Jika tulisan cerita inspiratif sudah selesai, maka pastikan untuk dibaca ulang dari awal sampai akhir. Tujuannya untuk mengoreksi tulisan ada kesalahan ketik atau tidak dan ada kesalahan penggunaan tanda baca atau tidak. Selain itu juga untuk mengecek apakah alurnya sudah sesuai atau belum. 

Semoga materi tentang cerita inspiratif ini mudah dipahami oleh sahabat semua. Amin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”