Di Saat Kita jatuh, Allah Ada Untuk Kita
Tahun ini polemik ekonomi yang dirasakan masyarakat menengah semakin banyak terjadi. Terutama di lapisan masyarakat menengah ke bawah. Sehingga kita harus mempunyai cara agar bisa tetap bertahan. Bukan hanya untuk bertahan hidup, tapi juga untuk tetap semangat berjuang dalam menempuh pendidikan.
Terkadang hati ini bertanya, apakah pendidikan hanya diperuntukkan bagi orang kaya saja? Sedangkan bagi orang miskin, rasanya sulit. Ya, imbas dari masalah ekonomi yang carut-marut menyebabkan krisis global, di mana hutang negara bertambah banyak dan beban hidup terus menghimpit. Maka, banyak kaum wanita yang mudah mengalami masalah mental.
Masalah mental tidak boleh dipandang remeh karena akan mengakibatkan kematian. Terutama bagi para penderita mental yang mengalami depresi berat. Miris, bukan? Ya, hampir semua orang tentu tidak mau hal ini terjadi oleh karena itu upayakan agar kondisi mental Anda tetap terjaga dengan mencari solusi terbaik.
Jika Anda orang yang mempunyai masalah keuangan, jangan bebankan masalah keuangan itu seorang diri. Jika Anda sudah mempunyai pasangan hidup, ajaklah untuk saling berkomunikasi dalam mencari solusi dan upayakan yang terbaik yang Anda bisa lakukan. Namun, jika tidak, jangan biarkan diri Anda terseret arus depresi.
Syukuri apa yang Anda dan lepaskan semua yang kita miliki di masa dahulu. Mungkin Tuhan sedang memberikan cobaan pada kita agar kita menjadi umat yang sabar. Rubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sederhana dan hadapi dengan senyuman. Terkadang cobaan akan membuat kita jauh lebih kuat.
Belajar menerima sesulit apapun yang terjadi. Tawakal pada Allah dan selalu berprasangka baik. Kelola keuangan secara mandiri untuk hal yang penting. Tidak perlu malu bila status sosial Anda turun. Hidup tidak perlu mementingkan gengsi. Itu semua akan membuat diri kita menjadi pribadi yang lupa diri.
Hidup bagaikan roda yang berputar. Kadang kita berada di bawah dan kadang kita di atas. Berani melepaskan adalah sikap terbaik untuk kita agar tetap tegar menghadapi badai persoalan yang menghujam.
Bila saat ini bukan saatnya, jangan berkeluh kesah. Ada masanya kita jatuh dan ada juga masa kita naik. Ada kalanya kita tertawa dan adakalanya kita menangis. Anda boleh bersedih, tapi jangan lama-lama. Setiap tetes air mata jadikan sebagai pecutan semangat agar bisa kembali bangkit menatap asa. Value yang positif ini ada dalam buku “Mengukir Jejak Asa.”
Semoga Anda bisa melewati fase terberat dalam hidup ini dan keluar menjadi pemenang. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Jadi, jangan menyerah, ya. Masih ada hari esok untuk menggapai sebongkah mimpi.
Komentar
Posting Komentar