Aku Ranting yang Rapuh

Aku sebuah pohon yang tertiup angin kencang. Rantingku yang rapuh, hampir patah. Daun-daunku berguguran jatuh ke tanah terbawa angin. Bila musimnya tiba, bunga-bungaku bermekaran dari pucuknya yang kuncup. Banyak orang memetik bungaku yang harum. Hidupku berbunga-bunga. Oh, indahnya aku bahagia. Namun, bila musimnya tiada, tak satu pun orang yang sudi menatapku. Rantingku menjadi kayu bakar dan daun-daunku terinjak-injak bahkan layu. Tak satu pun mata yang mau duduk dan bersandar di bawah pohon yang rindangku nan kokoh. Beberapa pasang mata merasa iba, tapi aku hanyalah ciptaan Tuhan yang tak sempurna. Di sekitarku, ada orang-orang yang bertampang manis hanya saat berada di dekatku, bila menjauh mereka berpura-pura. Seakan-akan aku hanyalah sampah tiada guna. Ya, begitu banyak mulut manis yang berdusta. Tetiba aku bertanya, mengapa jiwaku mudah rapuh? Dapatkah aku bertahan dibalik gurauan senyuman. Baru kusadari, aku hanya ilalang di tengah padang rumput. Kehadiranku tak di...