Berjuang Melawan Insecure



Dahulu aku adalah seorang anak cengeng. Dengan segala polemik kehidupan, tumbuh menjadi gadis polos yang lugu, tapi realitanya aku malah insecure, pemalu dan introvert.

Hobiku adalah menulis. Setiap hari aku menulis untuk pulih dari luka di masa lalu. Setiap orang pasti punya trauma di masa lalu, aku pun sama. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berdamai dengannya.

Saat ini aku masih berjuang, tetapi aku bersyukur bisa menjadi seorang ekstrovert. Masa lalu telah mengubahku bermetamorfosa jadi kupu-kupu. Aku jadi manusia yang percaya diri. Ya, perjalananku memang tidak mudah. Justru, dari proses hidup yang rumit, aku belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku suka menulis tentang self improvement dan aku ingin membagikan ilmu bagaimana menjadi manusia yang berani tampil percaya diri, suka belajar hal-hal baru dan optimis. 

Saat ini aku menuliskannya ke dalam buku memoriam. Sebuah napak tilas dari perjalanan masa lalu menuju masa kini. Meski kini aku lebih banyak duduk di depan komputer dan di depan banyak orang, tapi aku punya tekad agar dapat bermanfaat bagi sesama.

Aku yang dulu rapuh, berjuang untuk tangguh. Justru setelah menjadi penulis, aku berani bermimpi dan melebarkan sayap menjadi instruktur kebugaran. Bukan karena aku merasa hebat, tetapi karena aku ingin belajar menaklukkan rasa takut dan demi menyayangi diriku sendiri, aku ingin menjadi wanita yang kuat secara fisik dan mental.

Wanita yang tangguh akan menghasilkan vibes positif dan menginspirasi serta memberikan motivasi pada setiap orang. Ibaratnya bisa memancarkan aura positif pada setiap orang. Proses itu masih panjang. Semoga aku bisa berlari mengejar mentari. Menapaki jalan yang akan membawaku pada satu tujuan. Ya, aku harus lebih baik dari hari sebelumnya.

Semua ini karena aku menulis buku motivasi. Aku ingin buktikan pada dunia bahwa tulisanku bukan hanya sekedar tulisan tanpa makna, tapi aku sendiri yang mengalami.

Tidak ada kata terlambat untuk belajar menjadi lebih baik. Perjuangan melawan insecure hasilnya sudah lebih baik. Aku berterima kasih pada diri sendiri karena saat ini aku bisa menjadi instruktur KORNAS.

Kata orang kita bisa belajar sambil menyelam minum air. Ya, begitulah diriku. Jadi, jangan heran bila aku suka belajar banyak hal. Semoga  novel soloku segera rampung. Insyaallah aku akan berbagi cerita tentang perjuanganku menjadi instruktur dan penulis buku motivasi.


Untuk sahabat yang membaca artikel ini, tetap semangat untuk produktif baik berkarya maupun bekerja. Jangan lupa berolahraga agar tubuh kita sehat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 

Terakhir, selamat hari Kartini. Semoga perayaan dan moment spesial di hari Kartini menyadarkan kita sebagai perempuan bahwa kita harus semangat menjalani kehidupan dan menjadi wanita yang tangguh. Wanita yang sehat dan kuat dari segi fisik dan psikis. 

Kita bisa berguna bagi orang lain dan berdiri di atas kaki sendiri. Menjadi wanita yang mandiri, berdaya juang dan punya masa depan. 

Jadilah Kartini masa kini. Semoga menjadi pencerah dan bermanfaat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”