Belajar, Proses Sepanjang Hayat
Bila hatimu bertanya untuk apa aku berada dalam barisan para pembelajar? Mengapa aku harus bersusah payah dalam belajar dan aktif dalam literasi? Kamu akan menemukannya sendiri setelah berkecimpung dalam waktu yang lama.
Sebab, kamu butuh teman untuk sama-sama belajar. Proses belajar tidak semudah membalikkan tangan. Jejak langkah yang kamu goreskan ke dalam sebuah pena akan bernilai sejarah bagi hidupmu nanti.
Ketika kamu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dunia literasi itu berarti kamu sedang membangun rumah masa depan untuk dirimu dan orang-orang tersayang. Ya, literasi menjadi warisan yang mahal. Jadi, jangan ragu dengan jejak yang kamu ukir hari ini.
Ketika kamu melangkah bersama dan berkolaborasi dalam dunia literasi dengan sebuah tim, ada amal jariyah yang kamu lakukan meskipun hanya seujung kuku.
Kebaikan tidak melulu soal materi tetapi bisa dalam bentuk lain misalnya kamu sebagai fasilitator, pemateri, dan supporter. Ya, dengan bergabung bersama teman-teman dan berjuang bersama berarti kita telah menyalakan lilin literasi dan ikut menyumbangkan pikiran serta tenaga kita.
Selain itu, kita akan termotivasi untuk membranding diri menjadi seorang penulis yang semangat dalam mengembangkan skill serta berbagi kebaikan untuk sesama. Namun, ingatlah bahwa kamu butuh waktu dan proses untuk semua itu.
Saya telah terjun ke dalam dunia literasi sejak tahun 2020. Ilmu yang saya dapatkan dari berbagai mentor membuat saya menyadari bahwa saya harus semangat berjuang untuk membuat gerakan literasi. Salah satunya dengan cara membuat grup komunitas sharing ilmu literasi.
Grup tersebut tidak menjadi beban bagi saya, justru saya merasa sangat bermanfaat karena memotivasi untuk terus belajar dalam menggali kemampuan menjadi seorang penulis.
Saya cinta dengan dunia literasi. Maka, apa yang saya lakukan atas dasar cinta, saya nikmati dan saya tidak pernah berpikir alasan apa yang membuat saya terus bertahan dalam berbagi kebaikan pada sesama.
Bukankah gedung yang tinggi di ibu kota dibangun dalam jangka waktu lama? Tidak mungkin langsung jadi dalam sekejap? Jadi, segala sesuatu jalani dengan proses. Buatlah langkah dan gebrakan baru.
Belajarlah dari sesama teman yang aktif dalam literasi dan belajar melangkah lebih berani untuk hasil belajarmu dengan mencoba mempraktikkan ilmu yang pernah kamu dapatkan.
Tidak semua ilmu bisa kita praktikkan, tetapi ilmu yang kita punya suatu hari akan bermanfaat bagi kita di waktu yang tepat dan kita tidak pernah rugi dalam belajar. Ya, kita bisa mentransfer ilmu pada orang lain atau memotivasi diri sendiri setelah mengetahui manfaat belajar ilmu tersebut.
Sahabatku, ilmu pengetahuan selalu berubah-ubah setiap waktu oleh karenanya, tetaplah konsisten dalam menyalakan api literasi dan berpegangan tangan bersama. Jangan ragu dan goyah karena apa yang kamu lakukan hari ini meskipun sedikit lama kelamaan akan menjadi bukit.
Imbasnya kamu akan semakin percaya diri dalam berkarya dan membangun kekuatan networking yang bagus untuk karirmu sebagai penulis.
Pengalaman saya dalam menulis 100 buku antologi dan bekerja sama dengan berbagai penerbit dalam proyek menulis buku membuat saya banyak belajar dan mempunyai teman.
Ya, saya bersyukur, meskipun hambatannya saya tidak punya cukup modal dan waktu, tetapi saya bahagia mempunyai banyak sahabat dalam dunia literasi dan berkecimpung dalam dunia yang sama.
Semangat yang selalu menyala berasal dari sahabat dan follower. Ya, saya bukanlah apa-apa tanpa orang-orang yang mensupport serta mentor saya yang begitu luar biasa menempa saya hingga sejauh ini.
Saya mendoakan mereka dan menyakinkan diri saya, jika mereka saja bisa sukses suatu hari saya pasti bisa mengikuti jejak mereka karena tidak ada sesuatu yang mustahil dalam hidup ini.
Jangan patah semangat dalam berjuang, mari terus belajar karena menuntut ilmu sepanjang hayat. Hanya maut yang menghentikannya. Jadi, jangan berhenti belajar dan berjuang karena langkahmu hari ini akan menentukan kesuksesanmu di hari esok. Salam semangat literasi.
Komentar
Posting Komentar