Berjuang untuk Menjaga Kesehatan Mental


 

Seorang perempuan butuh dukungan, rasa penghargaan dan perasaan diakui dari apa yang dilakukan olehnya. Kita pernah mendengar begitu banyak wanita yang sakit ketika semua pengorbanan yang dia lakukan sia-sia. Bahkan, tak dihargai sama sekali. Ada yang menyalahkan dan menginjak harga dirinya. Tidak mendapat pengakuan dari apa yang dia lakukan selama ini. Semua itu ungkapan protes dari bahasa kalbunya. 

Setiap orang punya perasaan, tapi dalam problematika hidup ini ada yang mudah tenggelam dalam perasaan dan nyatanya perasaan yang tidak dihargai itu, membuahkan penyakit dalam diri. Secara tidak sadar, ada luka yang bersemayam dalam jiwanya sehingga luka itu justru perlahan-lahan membunuhnya.

Hal yang sepele sekalipun akan terdengar sangat kejam di telinga. Kata Dokter Zaidul Akbar, "Apa yang terjadi pada suasana hati seseorang akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuhnya."

 Pernah dengar, pikiran seseorang akan sangat mempengaruhi tubuhnya? Apa yang ada dibenak seseorang, secara nalar tentu sangat berkaitan.

Jadi, untuk menjaga tubuh kita agar tetap rileks dan tidak stres yaitu jangan biarkan lintasan pikiran buruk menguasai jiwa kita. Jangan biarkan perasaan buruk menyakiti tubuh kita bahkan, membuat hidup kita menderita selamanya.

Penyakit berat yang dialami seseorang, erat kaitannya dengan kondisi kejiwaannya. So, apa yang tak sanggup dikatakan seorang penderita penyakit berat, itu karena dia merasa khawatir tidak dapat menerima, mengakui dan ikhlas dengan semua yang terjadi.

Seseorang itu akan mudah diperalat orang lain dan bahkan menjadi bumerang bagi dirinya. Jika dibiarkan, lama kelamaan dia akan menyakiti jiwanya sendiri. Mulai saat ini, hindari pikiran buruk yang mengancam diri sendiri. 

Masa lalu biarlah berlalu, ikhlaskan dan peluk dengan sabar. Apa yang terjadi adalah takdir dari illahi. Seorang muslim yang kuat tidak akan mudah dipengaruhi oleh pikiran buruk dan lemah. Dia akan berjuang menjadi muslim yang kuat baik secara fisik maupun psikis. Semangat, ya. 

Komentar

  1. Bener banget kak. Terkadang kita terjebak dg pikiran-pikiran kita sendiri

    BalasHapus
  2. Intinya harus berfikir positif ya kak.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”