Tiga hal yang membuatku bersyukur



Hari demi hari kulalui dengan ikhlas. Aku bersyukur atas semua karunia Illahi, apapun yang kujalani hari ini semua untuk Allah SWT. Aku hanyalah seorang manusia yang ingin berbagi kebaikan pada sesama. Tidak ada niatan lain, tetapi tidak semua orang berpandangan sama. Bahkan, mereka mengatakan aku hanya buang-buang waktu. Padahal, apa yang kulakukan ini semata-mata karena Allah. 

Aku ingin berbagi pengalaman sebagai ketua proyek antologi buku tentang kemanusiaan Palestina. Mendengar berita bahwa saudaraku di Palestina mengalami berbagai ujian hidup yang perih karena Genosida, rasanya jiwaku terpanggil untuk melakukan suatu gerakan menulis buku bersama untuk mengumpulkan donasi. 

Aku mengajak pada penulis khususnya sahabat komunitas Sharing Ilmu Literasi. Awalnya aku tidak mengira bahwa proyek ini akan mengalami banyak masalah. Mungkinkah karena ini takdir? Rasanya begitu banyak hambatan dalam menyelesaikan proyek ini.

 Lantas, apa aku menyerah? Tentu tidak, aku semakin semangat untuk mengajak para penulis berkarya dalam proyek buku ini, tetapi apalah daya, Tuhan berkata lain. Dua bulan ini rintangan semakin berat dan aku harus ikhlas menerima semua ujian. Dalam berbagai polemik yang kuhadapi ada tiga hal yang aku syukuri di antaranya:

Pertama, aku bersyukur bisa menjadi bagian dari proyek ibadah yang diniatkan untuk kebaikan. Aku bersabar menghadapi semua cobaan karena aku yakin pasti bisa melaluinya. Kedua aku bersyukur masih bisa produktif dalam menulis, meskipun berbagai rintangan datang dan aku kelelahan, tetapi aku yakin Allah sedang menguji kesabaranku untuk terus berkarya.

 Ketiga, aku bersyukur masih diberikan tim yang solid dan saudara seiman yang saling bekerja sama untuk menyelesaikan proyek buku kemanusiaan ini, meskipun berkorban waktu dan tenaga untuk mewujudkan sampai buku ini terbit.

Aku berharap impian memeluk buku ini dapat terwujud. Semoga buku ini menjadi sejarah bahwa kami mendukung penuh atas kemerdekaan bangsa Palestina dan kami sebagai penulis siap berkarya serta mendonasikan apa yang kami miliki. Meskipun, rintangan yang kami hadapi tidak mudah dan alangkah langkanya orang yang tergerak hatinya untuk ikut menulis bersama kami, tetapi niat kebaikan di hati kami semoga diridai Allah Swt, amin.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”