Rumahku Surgaku


 

Rumah adalah tempat bernaung dengan anggota keluarga. Kehangatan dan kasih sayang antar keluarga tumbuh di dalam rumah yang semua anggotanya saling memberi dan menerima satu sama lain. Tidak ada yang merasa terabaikan dan hidup satu atap. Ibarat satu tubuh apabila satu anggota keluarga sakit, maka sakit pula semua anggota keluarga lainnya.

Tidak semua orang bisa berada di rumah, terkadang ada jarak yang mengharuskan anggota keluarga tinggal jauh dari rumah misalnya menuntut ilmu di luar kota. Sehingga rindu akan kehangat rumah adalah bagian dari kesan yang dirasakan anggota yang tinggal di rumah tersebut.

 Sebuah rumah dikatakan penuh kehangatan, apabila hidup yang dijalani penuh kebahagiaan, tetapi ada rumah yang didalamnya bagaikan neraka yaitu bagi anggota keluarga yang saling menyakiti satu sama lain dan terpecah belah.

Rumah yang senantiasa anggota keluarganya melaksanakan ibadah dan melantunkan zikir seta ayat-ayat suci maka akan terasa adem, damai dan tentram. Namun, rumah yang diisi dengan kegiatan maksiat, mabuk-mabukkan, dan tempat berbuat kejahatan akan terasa bagaikan di neraka.

Rumah yang damai dan nyaman membuat penghuninya merasa betah dan bisa hidup bahagia. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi lebih daripada itu. Rumah memang tempat persinggahan sementara kita tinggal di dunia karena rumah yang abadi adalah di alam akhirat. Semoga Allah Swt membangunkan rumah di surga untuk kita dan semoga kita salah satu umat yang mendapatkan syafaat-Nya, amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”