Hal yang membuat saya tidak percaya diri


 

Dahulu saya sangat malu kalau bertemu orang banyak karena pernah kena mental. Saya tipe anak introvert yang lahir dari ibu ODGJ. Saya jarang bergaul karena sering dibully oleh tetangga dan lingkungan sekitar rumah. Setiap kali lewat rumah orang ibu saya selalu menceracau sehingga sering diberi label buruk dan ditertawai. Mulai saat itu saya tidak bisa mengendalikan keadaan ibu karena semenjak ibu sering kumat, saya sangat berhati-hati menjaga sikap. 

Ibu seringkali mengamuk, jika dilarang sesuatu. Sehingga sebagai anak perempuan saya selalu berupaya menajaga perasaan ibu. Semua itu karena rasa sayang saya pada ibu. Pengalaman buruk di masa kecil itu, membuat saya tumbuh sebagai anak yang insecure. Jarang mau diajak keluar rumah dan kesulitan bersosialisasi. Sampai usia remaja, saya pun masih mengalami masalah tersebut hingga saya dipertemukan dengan orang baik. 

Seorang sahabat yang begitu memahami perasaan saya pernah membimbing saya banyak hal. Saya mulai masuk ke dalam sebuah lingkungan islami. Saya mengikuti kegiatan Rohis di sekolah saya mulai berubah. Apa yang membuat saya berubah? Satu tahun saya aktif sebagai anak rohis, sering ikut latihan nyanyi nasyid dan main rebana. 

Selain itu, saya juga ikut kegiatan pramuka, belajar menjadi pemimpin dan ikut dalam kegiatan menulis di mading sekolah. Perlahan-lahan rasa percaya diri saya mulai tumbuh dan saya tidak menyangka ternyata saya mampu untuk berubah. Mendapatkan jati diri serta terbebas dari rasa insecure.

Saya berdamai dengan keadaan dan ikhlas melepas masa lalu yang sering membuat saya malu menatap dunia. Saat ini saya banyak belajar banyak hal salah satunya tentang mental health karena saya ingin berbagi wawasan keilmuan, semangat dan motivasi bagi pembaca agar tidak ada lagi yang mengalami masalah kejiwaan seperti yang pernah dialami oleh ibu saya.

 Cukuplah saya saja yang merasakan pengalaman pahit itu. Saya menjadikan masa lalu sebagai pelajaran yang berharga dan saya bangkit menjadi manusia yang selalu optimis. Lebih banyak bersyukur dan belajar menerima masa lalu. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Komentar

  1. Kak .. I dont know what to say. But u are priceless. Mari berteman

    BalasHapus
  2. kadang kita memang butuh support sysrem untuk menumbuhkan rasa percaya diri kita kak..

    BalasHapus
  3. Aku faham situasi kak bagaimana. Aku juga dulu waktu masih sekolah selalu insecure . tapi Alhamdulillah, tiba2 di ajak teman untuk masuk ke kelab islami. Dari sana aku mula jumpa keyakinan diri yang lama hilang

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”