Goresan Jemariku Terinspirasi dari Air Mata


Ketika aku sedih yang aku lakukan adalah menulis. Terkadang aku menulis di atas lembar kertas, buku atau langsung di laptop. Hal yang membuatku sering sedih adalah aku ingin tidak menjadi beban orang lain. Sehingga terkadang aku sering menyembunyikan air mata. 

Aku menahan rasa sakit yang menjalar dalam tubuhku lalu aku akan berusaha untuk baik-baik saja. Padahal, realitanya jiwaku rapuh dan ragaku sakit. Pasangan hidupku selalu berkata bahwa aku tidak boleh cengeng, ngeluh atau melampiaskan rasa sakit dengan menangis. Padahal, aku butuh menangis karena dengan itu aku bisa melampiaskan emosi.



Aku diajarkan sejak kecil agar menjadi tangguh. Sehingga saat ini aku berusaha untuk bisa berdiri sendiri, menikmati semua proses hidup yang kujalani tanpa bertumpu pada orang lain.

Hidupku sekarang sudah lebih baik karena aku sering melampiaskan semua perasaan batin ke dalam goresan pena. Blog ini adalah tempat curhatku dan aku bahagia dengan menulis, aku merasa menjadi lebih berharga. 

Aku berbagi kebaikan pada orang lain dalam memberikan ilmu secara online. Terkadang akau menjadi host, pemateri dan juri sebuah event. Apakah aku sudah menjadikan profesi saat ini sebagai pekerjaan? Tentu tidak karena aku masih menjalani proses belajar.

Tentu butuh waktu untuk menjadi sesuatu yang kita ingin, tetapi terkadang kondisi fisik yang membuat aku mudah jatuh. Aku berharap dapat berkarya dan menghasilkan cuan karena banyak orang harus aku bantu. Dengan begitu aku bisa melihat senyum keluargaku dan orang-orang ynag kusayangi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”