Refleksi Jejak Perjalanan Literasi 2023



Detik ini saya berada di fase sulit. Tidak pernah terbayangkan oleh saya, bagaimana ternyata realita membuat saya berada pada situasi yang paling tidak saya sukai. Selama ini saya telah menerima banyak hal manis, tapi saya tidak pernah menyangka di suatu hari saya menemukan titik masalah sehingga saya menjadikan hal itu sebagai bahan perenungan. 

Saya dihadapkan pada situasi bagaimana harus belajar menaklukkan stres. Di kala ujian hidup datang bertubi-tubi dan saya tidak menyangka ternyata saya bisa melewati semua hal ini. Saya menyadari ada fase hidup, di mana saya sangat terluka dan sedih melihat realita yang ada. 

Tahun 2023 ini saya mengalami dilema. Bagaimana saya harus menjadi pribadi yang harus selalu belajar, berani menghadapi kenyataan, menghalau rasa takut dan berusaha untuk percaya diri agar bisa bangkit menjadi manusia yang lebih baik. Saya sadar begitu banyak kekurangan diri ini karena latar belakang keluarga dan trauma di masa lalu. Namun, saya berupaya mengubah bahwa hal itu terjadi atas kehendak Allah Swt. 

Saya berusaha untuk menerima semua takdir-Nya lalu berdamai dengan semua hal yang terjadi dalam hidup saya. Termasuk kegagalan saya dalam mewujudkan goals serta mimpi yang masih sulit untuk digenggam. Saya tidak berhenti untuk berjuang dan selalu optimis untuk menulis, meski kadang kegagalan itu membuat saya banyak belajar dan memberikan hikmah. 

Saya tahu hidup tidak selamanya harus sempurna. Selama ini saya telah mati-matin berjuang tanpa menyadari bahwa diri ini telah melewati fase yang cukup besar. Salah satunya saya berani keluar dari zona nyaman dan mengupgrade kemampuan untuk belajar dalam bidang lain yang tidak pernah saya coba sebelumnya. Dahulu saya pernah diremehkan keluarga, bahkan orang lain tapi saya yakin suatu saat yang meremehkan saya akan menyesalinya. 

Saya bersabar menjalani setiap proses karena saya tahu ada waktunya bagi seseorang untuk bersinar. Jika bukan sekarang, mungkin di suatu hari nanti. Jadi sahabatku, tidak menutup kemungkinan jika kita fokus berjuang, maka suatu saat kita akan bisa mengubah keadaan. Butuh waktu dan kesabaran yang panjang untuk menjalani riak kehidupan yang selalu datang. Tahun ini meski tidak melahirkan buku solo yang diterbitkan, tapi saya telah berani mengirimkan naskah ke penerbit mayor. Sebuah langkah baru bagi saya sebagai penulis pemula yang belajar menulis di blog dan web. 

Pengalaman ini patut disyukuri, jadi saya tidak menyalahkan diri sendiri atas kelalaian saya sebagai manusia pejuang yang bernapas dalam literasi. Tahun ini saya telah memulai misi kebaikan dengan berbagi ilmu dalam sebuah komunitas yakni Sharing Ilmu Literasi. Kegiatan yang begitu menyita waktu dan pikiran dan saya tidak menyangka dalam satu tahun ada dua proyek buku antologi yang sudah selesai dibukukan bahkan diterbitkan. Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan hal ini. 

Allah maha sayang, ketika saya diterpa kesulitan hidup dan menerima rasa sakit yang besar, ternyata dibaliknya saya mendapatkan hadiah istimewa. Maka, untuk tahun depan saya akan terus berjuang dengan mengubah strategi, semakin semangat menulis dan belajar. Saya akan berfokus pada dunia literasi dengan terus menulis dan menulis. Berjuang untuk menajamkan pena agar tidak tumpul dan berusaha untuk mempertahankan semangat agar tidak mati.

Saya tidak berharap mendapatkan keuntungan dari menulis, tapi saya yakin dibalik lelahnya tapak perjuangan ini akan ada ibrah yang akan saya dapatkan karena saya tahu, rejeki itu bukan hanya bentuk uang, tapi juga bentuk kasih sayang Allah yang telah menganugerahkan nikmat memiliki saudara seiman yang punya skill serta kemampuan yang sama dalam bidang yang sama. 

Terima kasih untuk sahabat yang telah memberi inspirasi bagi saya. Banyak hal yang saya pelajari dari para penulis senior, banyak ilmu yang saya genggam dan semangat yang ditularkan, semoga menjadi ladang pahala bagi kalian semua, amiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”