Tips Menulis Cerita dengan Latar Palestina
Sahabat, sebenarnya jika kita sudah mengetahui cara
menulis cerpen, untuk mengikuti challenge nubar tentang tema kemanusiaan
Palestina cukup mudah. Sebab, tema yang dipilih sudah ada. Sedangkan untuk
memunculkan ide, kita bisa menyaksikan tayangan tentang nasib bangsa Palestina
saat ini. Kita juga bisa mencari riset melalui bacaan tentang Palestina. Saya mencari
informasi di internet, membaca buku di perpusnas, KBM App dan membaca buku
Hayya. Dari bacaan itu saya mendapat inspirasi sehingga dapat menulis buku love
in Gaza sampai terbit.
Pengalaman
menulis novelet berjudul Love in Gaza membuat saya yakin bahwa tidak ada yang
tidak mungkin jika kita mau berusaha untuk menyelesaikan tulisan sampai akhir
meskipun kita tidak tinggal di palestina. Sebuah cerita fiksi dengan latar di Palestina
saya tulis dengan keyakinan bahwa tulisan ini harus bermanfaat dan mengandung
nilai kebaikan. Saya menuliskan unsur intrinsik dalam cerita itu dengan sangat
teliti. Saya juga mendapatkan mendapat inspirasi menulis dari berbagai sumber.
Jadi kalau ada
yang bertanya soal ide dalam tulisan, sebenarnya kita bisa mengambil satu
konflik yang dialami oleh masyarakat Palestina misalnya apa yang terjadi dalam
pengungsian? Apa yang dilakukan rakyat Palestina saat tidak ada listrik atau apa
yang mereka lakukan untuk menyembuhkan trauma anak-anak di Palestina? Tentu
dalam pertanyaan itu bisa diubah menjadi konflik dan kita bisa mencari tahu solusinya.
Caranya kita bisa riset di media yang kita tonton. Setelah
itu ambil satu konflik yang akan kita kembangkan menjadi cerita yang utuh. Setelah
itu, kita juga bisa membuat premis misalnya seorang anak palestina bernama
Yazid yang berusia enam tahun yang ingin mencari makanan di bawah puing-puing
reruntuhan, tapi terhalang oleh sisa bom yang bisa meledak sewaktu-waktu.
Tema yang saya
tulis dalam buku Love in Gaza tentang cinta yang universal dan alur cerita menuju
ke masa depan. Kamu bisa menyusun alur dengan mulai menentukan sebuah peristiwa
lalu mencari benang merah (hubungan) dari semua pertiwa yang terjadi sehingga
membentuk alur cerita yang saling berkiatan. Alur dalam cerpen tidak sulit karena
konflik yang dibahas simpel dan tidak boleh melebar kemana-mana.
Latar adalah segala sesuatu yang menunjukkan waktu,
tempat dan suasana yang ditulis dalam cerita. Latar diperlukan untuk menunjang
plot dalam cerita. Tanpa alur atau plot, sulit bagi penulis untuk menyampaikan
plot secara gamblang karena menghilangkan latar akan membuat permasalahan dalam
cerita sulit dipecahkan. Berikut ini salah satu contoh kutipan cerita yang
berisi pengungkapan latar: Kapten Ghais dan seluruh tim pasukan berseragam
dengan lambang burung garuda, turun dari kapal laut Marmara, bersama dengan
beberapa relawan dari tim medis dan wartawan.
Mereka menjadi sorotan beberapa pasang mata, ketika
dua orang lelaki yang berseragam PBB menyambut sang kapten dengan hangat.
Setelah itu, kapal Marmara terlihat meninggalkan pelabuhan dan kembali berlayar,
hingga akhirnya lenyap dari pandangan mata. Kapten Ghais berjalan dengan gagah menuju kamp
pengungsian Ramalah, diikuti sepuluh tentara pasukan khusus berpangkat mayor.
Tepatnya di tepi barat, letaknya berdampingan dengan laut mati dan bagian barat
sungai Jordan.
Dalam
cerpen kita harus fokus pada satu konflik sehingga latar yang kita tampilkan
tidak sedetail di novel. Jadi, justru menulis cerpen lebih mudah dibanding novel.
Sedangkan untuk cerpen dengan bumbu fiksi ini, kita bisa mengolah informasi
dari peristiwa nyata yang dialami oleh bangsa Palestina, mengambil beberapa
data lalu menuliskannya. Tidak mesti harus sama persis kejadiannya dengan
realita yang terjadi karena fiksi, kan imajinatif, bukan seperti buku memoar
atau cerita inspiratif.
Kita
bebas mengambil sudut pandang orang ke berapa, apakah orang ketiga atau pertama
karena tidak dibatasi, kalau cerita inspiratif harus orang pertama. Dalam
cerita pendek, kita bisa juga memberikan kesan dengan memberikan penafsiran
yang indah dari diksi serta majas yang kita tampilkan jika kita ingin. Contohnya
seperti ini : Harapan hidup yang baru mulai muncul, disambut cerahnya
mentari pagi yang menyilau dibalik awan. Kota Gaza tak selamanya mendung tetapi,
kini mulai menata cahaya hidup yang baru.
Hasil tulisan kita akan bagus, jika ditulis dengan teknik
showing dan telling. Contoh showing: Tak ada satu pun kata
yang keluar dari mulut lelaki itu tetapi, dari sudut kelopak netranya, bulir-bulir
air mata jatuh beriringan. Apakah di dalam cerpen kita bisa memberikan
kata-kata yang bisa menyentuh hati pembaca? Tentu saja bisa dari dialog, dari
perasaan batin tokoh, dari pengungkapan peristiwa yang terjadi dll. Contohnya :
“Maafkan aku, Bu. Selama ini aku belum bisa membuatmu bahagia. Semoga
arwahmu diterima dan kuburmu dilapangkan Allah Swt, amiin.”
Kapten Ghais menyiram air bunga mawar dan menaburi
gundukkan tanah merah itu dengan bunga warna-warni kesukaan ibunya. Ia teringat
kala kecil dulu, ibunya selalu merawat kebun bunga di halaman rumah mereka
dengan telaten. Saat itu, ia merasa sedih kehilangan sang ibu tetapi, ia yakin
bahwa ibunya akan bahagia di alam sana, karena kini ia sudah menemukan
pendamping yang akan akan menjadi pasangan hidupnya.
Sahabat, kita juga harus peka dalam
mengelola ide yang muncul di kepala. Sehingga saya berharap saat menulis sahabat
semua tidak lupa untuk menyelipkan nilai-nilai kebaikan atau pesan kehidupan
dalam cerita yang ditulis bisa secara langsung atau pun tidak langsung. Namun,
dalam nubar kali ini intinya saya mengajak sahabat SIL untuk semangat berlatih
menulis.
Jangan berhenti meskipun kena mental block dan untuk
menghindari hal itu kita harus buat outline terlebih dahulu sebelum
menulis. Kita harus ingat bahwa penokohan dalam cerita juga perlu diperhatikan
karena semakin nyata watak, karakter atau sifat tokoh makan akan semakin mudah bagi
pembaca ikut larut dalam peran yang dimainkan oleh tokoh.
Dalam menyampaikan penokohan kamu bisa menggunakan
cara yaitu mulai dari tindakan dan ucapan tokoh. Kemudian, bisa juga melalui
pikiran tokoh, benda dll. Watak tokoh
juga bisa dimunculkan melalui kesan atau deskripsi tokoh lain terhadap tokoh
tersebut atau langsung dideskripsikan oleh kita dengan menuliskan narasi.
Kita
bisa mendeskripsikan kondisi palestina saat ini dari tayangan yang kita tonton
atau berita. Setelah itu kita imajinasikan ke dalam bentuk tulisan. Contohnya
seperti di bawah ini : Setelah melakukan perjalanan sekitar lima belas
menit, mereka pun tiba di sana. Kapten Ghais melayangkan pandangannya ke arah
bangunan suci yang berdiri kokoh itu. Mata teduhnya berkaca-kaca ketika
menyaksikan puluhan lelaki arab, berpostur tinggi dan gagah, sedang duduk di
pelataran masjid. Mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan fasih.
Masjid agung yang memiliki kekuatan magic itu, membuat setiap mata yang
memandangnya merasa takjub.
Bagaimana sahabat? Sudah siap mempraktikkan
ilmu yang saya berikan malam ini? Tips yang terakhir adalah jangan lupa untuk
praktik karena ilmu yang tidak dipraktikkan akan menjadi sia-sia. Menulislah
untuk kebaikan dan dengan mengikuti challenge ini kalian juga bisa ikut
berdonasi. Semoga bermanfaat, amin.
Komentar
Posting Komentar