Surat Cinta Untuk Saudaraku di Palestina



Saudaraku jika begitu banyak rakyat Israel yang berbondong-bondong menjadi konten kreator untuk menghinamu dengan gaya yang tak sewajarnya, tenanglah ada 20 negara yang siap membelamu. Salah satunya negeri kami, meskipun kami sadar belum bisa memberikan apa-apa untukmu. Hanya doa dalam sujud yang panjang dan motivasi semoga kalian tetap hidup dalam pelangi harapan.

Kami, saudaramu yang jauh di ujung belahan dunia siap bergerak melakukan aksi untuk mendukungmu. Meski hanya donasi yang seadanya. Untukmu kupersembahkan untaian kata dari hati, sebuah goresan pena yang mengalir didalamnya api semangat untukmu nan jauh di sana. Tetaplah bertahan dan percayalah bahwa kalian berhak untuk mendapatkan hak kehidupan yang sama dengan kami dan hak asasi sebagai manusia di bumi yang kita pijaki ini.

Saudaraku dalam serangkaian rentetan peristiwa yang terjadi, aku begitu salut pada perjuanganmu. Tak sedikit pun kalian mengeluh dan luar biasanya kalian begitu rida atas takdir illahi. Sehingga dari tanah para nabi kalian menjadi manusia pilihan, para calon penghuni surga yang menjemput syahid.

Saudaraku tulisan ini kupersembahkan sepenuh cinta. Sebab, apa yang kalian alami bukan hal yang biasa. Kalian hebat dan luar biasa. Manusia pilihan Allah yang telah teruji dapat menghalau badai kehidupan, meski kini tempat tinggalmu bagai kota mati. Yakinlah dalam riak rasa sakit, luka dan air mata, Allah telah siapkan kado terindah untuk kalian yang lulus melewati perjuangan dalam perang ini. Sejujurnya, aku merasa malu karena kondisi yang kurasakan belum ada apa-apanya dibandingkan kalian. Mental kalian telah teruji dan kalian begitu tawakal, masya Allah.

Saudaraku kami menyayangimu karena Allah. Percayalah kalian tidak sendiri, ada kami yang selalu melangitkan doa untuk kalian semua. Teruslah lanjutkan perjuangan kalian dan jadikan Al-Qur’an sebagai pegangan. Kalian pejuang muslim sejati yang membela agama Allah di tanah para nabi. Saudaraku perjuangan kalian menjadi tonggak sejarah dan negeri-negeri Islam akan mencontoh semangat kalian yang tak pernah pupus, bahkan hingga detik ini kalian tak menyerah sedikit pun pada musuh. 

Saudaraku kalian adalah tantara Allah yang berani dalam melawan ketidakadilan sejak ratusan tahun lamanya. Kalianlah umat yang paling tangguh dan seluruh penjuru negeri telah mengakuinya. Bangkitlah saudaraku suatu saat, lentera akan menerangi langitmu yang pekat. Allahu Akbar!

 


 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”