"Sebuah Seruan: Palestina Menanti Uluran Tanganmu”

Saudaraku, konflik yang sedang terjadi di Palestina bukanlah dilatar belakangi oleh politik, tapi rasa kemanusiaan dari semua elemen lintas agama. Saya merasa prihatin dengan orang-orang yang masih nyinyir dan tak peduli dengan nasib saudara kita di Palestina. Padahal, jika mata, telinga dan hati nurani kita yang bicara setelah menyaksikan korban-korban yang berjatuhan di tanah para nabi, akankah kita masih tak peduli? Faktanya, tidak semua orang punya rasa peka untuk menyadari bahwa setiap manusia berhak untuk hidup dan merasakan kemerdekaannya. 



Penjajahan Israel atas Palestina selama 75 tahun lamanya meninggalkan luka yang cukup dalam. Akankah kita hanya berdiam diri? Sampai kapan berpura-pura tidak peduli? Tidakkah Anda lihat bahwa begitu banyak korban di antaranya anak-anak dan kaum wanita yang menjemput syahid, setiap lima menit dalam sehari? Bagaimana Anda bayangkan kejamnya Israel yang mencongkel mata anak-anak yang telah wafat untuk dijual? 

 Hikmah yang terjadi di Palestina merupakan bagian dari simbol perjuangan bangsa Palestina dan jihadnya untuk menjemput syahid demi kemuliaan Islam di muka bumi dan perlawanan atas ketidakadilan yang selama ini terjadi. Saudaraku mari berpegangan tangan, ikut mendoakan, berdonasi dan tunjukkan semangatmu dalam mendukung kebebasan palestina dengan memposting hal yang memotivasi untuk mereka. 

Sehingga mereka yang melihat postingan masyarakat dunia akan merasakan hangatnya kasih sayang dan dukungan dari sudaranya di belahan bumi lain. Kita harus tunjukkan sikap dan kepedulian agar mereka tidak merasa sendiri menapaki badai perang yang tak henti hingga saat ini.

 Semoga tak ada lagi yang bertanya untuk apa peduli pada palestina karena ada sebuah hadits riwayat Muslim yang isinya: “Allah akan senantiasa menolong seorang hamba, selama hamba itu menolong saudaranya.” Jadi, jangan ragu untuk berdonasi dan peduli pada saudara kita di Palestina karena dengan begitu keberkahan akan kita dapatkan baik di dunia dan di akhirat, wallahualam bissawab.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”