Palestina Memanggil Penulis Hebat Indonesia



Sahabat literasi, seluruh dunia telah digemparkan oleh peristiwa perang antara Palestina dan Israel. Sungguh miris rasanya ketika mengetahui kabar bahwa 8000-an rakyat Palestina menjadi korban dan telah menjemput syahidnya. Pada hari Selasa, 31 Oktober serangan besar-besaran terjadi lagi. Langit Gaza membara dan merah bagai saga.

Rudal dan bom yang dikirim oleh Israel meluluhlantakkan jantung kota, masjid, gereja dan merusak seluruh fasilitas umum lainnya.

Mentri pendidikan pemerintahan Palestina telah mengumumkan bahwa pendidikan tahun ajaran baru bagi pelajar di palestina telah berakhir karena hampir semua anak-anak di sana telah menjemput syahid. Kini tak ada lagi kegiatan belajar mengajar, tak ada listrik, tak ada air, tak ada rumah sakit yang bisa menampung pasien, tak ada lagi pemakaman yang tersedia karena semua wilayah hampir semuanya menjadi pemakaman, tak ada rutinitas jual beli atau kantor pemerintahan karena semua gedung pemerintah rata oleh tanah.

Namun, kini yang masih tersisa adalah iman dan semangat jihad yang masih berkobar dalam dada mereka, meski hidup bagai di kota mati yang tak berpenghuni, tapi mereka tak sedikit pun menyerah karena yakin ada Allah Swt yang menolong dan melindungi mereka dari kejahatan Israel.

Rasa duka tentu menyelimuti para pejuang Plaestina karena keluarga, teman dan sanak sauadara telah pergi ke pangkuan illahi, tapi bukankah mereka masih punya saudara? Tahukan Anda siapa? Ya, kita bangsa Indonesia. Kita sebagai saudara sesama saudara muslim dengan mereka. Apakah kita lantas berdiam diri melihat saudara kita dijajah? Tidakkah hati nurani kita terketuk? Lantas apa yang bisa kita lakukan?

Tentu saja, kita harus mengulurkan tangan, semampu apa yang kita bisa untuk mensupport dan mendukung mereka. Jika kita tak mampu, maka langitkan doa pada sang maha cinta agar saudara kita merasakan manisnya kebebasan, tidak lagi merasakan penjajahan dan bisa bangkit dari perang yang menghancurkan seluruh kehidupan di Gaza dan membuka lembaran baru. Memberikan lentera bagi kota Gaza yang temaram.

Sebagai penulis apa yang bisa kita lakukan? Tentu saja berkarya dan menuliskannya ke dalam goresan pena. Tulisan Anda akan menjadi bukti sejarah di masa yang akan datang bahwa Anda pernah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan untuk palestina dan Anda telah berupaya untuk mendukung bangsa Palestina. Hanya goresan pena yang bisa melukiskan betapa beratnya duka dan luka yang dialami oleh bangsa Palestina.



Biarlah pena Anda yang mengutarakan rasa cinta dan kepedulian pada saudara kita bangsa Palestina. Jadi, janganlah berdiam diri, ayo ikuti aksi menulis tentang kemanusiaan tentang bangsa Palestina bersama komunitas Sharing Ilmu Literasi karena hasil keuntungan dalam penjualan bukunya akan didonasikan untuk Palestina. Jika Anda ingin bergabung bisa menghubungi umifawazz1984@gmail.com.

Sahabat literasi, mari berkarya bersama karena dengan bersama kita pasti bisa! Gunakan apa yang kita bisa untuk menolong saudara kita di Palestina. Tulisan Anda akan menjadi sejarah dan infak yang Anda donasikan akan menjadi wasilah bagi kehidupan di akhirat nanti. Jadilah sebagai penulis yang menebar manfaat kebaikan dan menjadi bagian dari sejarah karena tulisan Anda bukti cinta untuk mendukung bangsa Palestina. Salam kebaikan.

 

 

 

 

 

 


 

Komentar

  1. baca ini bikin intropeksi diri, jadi bertanya-tanya sama diri sendiri. apa aja udah dilakuin buat saudara disana. kok kayaknya belom ngapa-ngapain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Harian Mereguk Ilmu

Perasaan Terbuang, Si Anak Broken Home

Intisari Ilmu, Workshop Guru Menulis “Bukan Hanya Sekadar Tulisan Biasa”