Nyanyian Luka Dalam Jiwa yang Terkoyak
Sebuah narasi pilu lahir dari retakan jiwa yang tak lagi mampu menopang beban dunia. Kota Lampung seketika tersentak; sebuah berita kematian yang tak lazim merayap ke telinga warga. Malang benar nasib dua anak kecil itu, nyawa ibunya seperti lilin yang ditiup paksa sebelum waktunya. Narti telah seminggu mendekam di balik dinginnya bangsal rumah sakit. Namun, zat kimia itu bergerak lebih lincah dari doa-doa yang dipanjatkan. Ia membakar dari dalam, merusak orkestra organ vital hingga tubuhnya menyerah. Seorang ibu muda telah memilih cara yang sunyi namun mengerikan untuk pulang: menjemput maut lewat rodentisida—zat yang biasa kita gunakan untuk membasmi hama, namun kali ini digunakan untuk membasmi kepedihan yang dianggapnya tak berujung. Keputusan Narti bukanlah sebuah kekejaman tanpa dasar. Ia adalah seorang wanita yang terperosok ke dalam palung keputusasaan. Bulan April menjadi saksi saat hidupnya mencapai titik nadir. Di tengah debu-debu hitam arang yang ia jual sehari-hari, ia mer...