Berdamai Dengan Kegagalan Hidup Sepenggal Kisah Tentang Kehidupan yang Tak Sempurna
Sering kali kita merasa sudah menggenggam iman, tapi saat badai datang, pegangan itu terasa goyah. Tulisan ini adalah sebuah refleksi jujur tentang perjalanan hati yang sedang belajar menyelaraskan antara lisan yang mengaku ikhlas dengan hati yang masih kerap merasa cemas. Ini adalah pengingat bahwa menjadi lemah di hadapan Allah bukanlah sebuah kehinaan, melainkan awal dari kekuatan yang sesungguhnya. Betapa hari ini saya merasa malu di hadapan Allah. Saya adalah seorang hamba yang sering mengatakan, "Ya Allah, saya ikhlas dengan garis takdir-Mu," tapi ternyata saya masih sedih dengan semua masalah yang saya hadapi. Saya merasa malu, seolah diri saya tidak percaya pada apa yang Allah ajarkan melalui takdir-Nya. Saya mendapatkan pukulan berat berkali-kali dalam hidup ini. Hati saya masih meragukan, padahal itulah awal dari masalahnya. Ketika saya sudah mengatakan yakin akan ketentuan Allah, seharusnya saya percaya tanpa ragu sedikit pun bahwa apa yang terjadi hari ini membuat...