Postingan

Perahu-Perahu Yang Tersesat

Gambar
 Perahu-Perahu Yang Tersesat Oleh Chelsea Awwaliya  "Untuk tugas minggu depan, kalian harus membuat cerpen yang mengangkat lokalitas daerah sekitar kalian," kata Bu Rani sambil menulis di papan tulis. Sena menghela napas, dia merasa bingung harus menulis tentang apa. Baginya, daerah sekitar rumah terasa biasa saja dan tidak ada yang menarik. *** Sepulang sekolah, Sena masih memikirkan tugas itu. Saat melewati persimpangan. dia melihat papan bertuliskan Setu Rawa Besar. Sena pernah mendengar tempat itu dari temannya dan Sena memutuskan untuk datang ke sana keesokan harinya. Sena pun akhirnya kembali berjalan sambil memikirkan Setu Rawa Besar. *** Sore berikutnya, Sena tiba di Setu Rawa Besar dengan membawa buku catatan dan ponselnya. Dari kejauhan, permukaan air terlihat berkilauan diterpa cahaya matahari. Namun, semakin dekat dia berjalan, hidungnya justru mencium aroma yang tidak sedap. Sena melihat ke sekeliling. Ada bungkus makanan, botol plastik, dan gelas bekas berseraka...

Pantun Budaya

Gambar
 Kelas: 72  ADRY RUNAKO ABQORI  Pergi ke Bali membeli kain tenun, Tenunnya indah warna-warni. Jangan lupakan budaya leluhur, Karena itu jati diri negeri. Pergi kepasar membeli jamu, Jamu dibeli oleh si davi, Ayo kita jaga budaya negeriku, Agar lestari sampai nanti. Thalita humaira firyadi 7.3 Menonton tari diatas panggung, gerakannya elok memikat hati, Indonesia kaya ragam agung, mari dijaga sepenuh hati. Pergi kepasae membeli kain, kain tenun bermotif batik, mari lestarikan budaya negri, sebagai identitas dan kebanggaan Corianda kls 7.2 Pergi ke pasar membeli batik,Batik bermotif indah menawan.Budaya Nusantara sangatlah cantik,Wajib dijaga sepanjang zaman. hari makan serabi,Minumnya teh hangat di cangkir.Mari lestarikan tari tradisi,Agar tak punah dan tak tersingkir. princess 7.3 -Jalan sore membeli pepaya -dan di taruh didalam tas -ayo kita lestarikan budaya -agar bangsa tetap berkelas -Hari Minggu menonton wayang -Ditemani alunan gamelan -Jagalah budaya dengan sayang -...

Puisi Budaya: Denyut Warisan

Gambar
  Oleh Nayla  Di tanah baru Nan teduh dan bersahaja. Gong Si Bolang tetap bernyanyi bukan Sekadar Pusaka tua Melainkan denyut budaya la terus bernyanyi merdu Menggema di Setiap Zaman Yang berlari Merangkai Kisah Para leluhur agar warisan tetap abadi Dentingnya Menjadi Saksi Zaman dalam gaung Yang tak Pernah usai Setiap dentangnya Merangkai Sejarah MenJaga Jati diri hingga Selamanya Namun Zaman Menyemai Sunyi gaungmu tenggelam di riuh dunia Wahai Warisan Yang Mulai terkulai, Sunyi di Peluk tembus Siapa Yang agar mu? Menjaga denyut mu Meski waktu terus bergulir gaungnya tak Pernah ludum Menuntun langkah lintas generasi agar warisan tak Pernah mati.

Puisi budaya: Jejak Andilan

Gambar
 Jejak Andilan Oleh Chelsea Awwaliya  Aku mengenal Andilan dari cerita, tentang tangan-tangan yang saling menggenggam. Sedikit demi sedikit harapan dikumpulkan, hingga hari raya terasa milik semua. Kerbau itu bukan sekedar hewan. la membawa kebersamaan ke setiap rumah. Tak ada yang merasa sendiri, karena semua berbagi dengan hati. Perlahan cerita itu mulai menghilang. Halaman kampung tak lagi seramai dulu. Suara tawa berganti sunyi, Sementara Andılan tinggal disebut dalam kenangan. Aku berharap suatu hari nanti, tradisi itu kembali mengetuk pintu-pintu. Agar anak-anak setelahku tahu, bahwa kebersamaan pernah menjadi warisan yang begitu indah.

Cangkang Kecil untuk Bumi

Gambar
Oleh Chelsea Awwaliya  Kisah ini bermula di sebuah pulau lautan kecil yang masih aktif. Di lautan dangkal itu, hiduplah seekor kura-kura kecil bernama Kiko. Kiko adalah kura-kura kecil dengan mata bulat dan memiliki cangkang yang masih lunak. Kiko sangat suka mengumpulkan benda-benda yang mengkilap; ia mengumpulkannya sebagai mainan. Kiko memiliki dua teman yang suka bermain dengannya, namanya adalah Pipi dan Mimo. Pipi adalah seekor ikan kecil, sementara Mimo adalah seekor kuda laut. Mereka bertiga sangat suka bermain di lautan yang dangkal, seperti bermain kejar-kejaran sambil tertawa. Terkadang, mereka mengajak ikan-ikan kecil lainnya untuk bermain bersama. Suatu hari, Kiko, Pipi, dan Mimo sedang berenang dan bermain bersama di lautan yang dangkal. "Menyenangkan, ya, di sini! Ayo kita main lagi!" ucap Kiko dengan bersemangat. Setelah asyik bermain, tak terasa langit mulai gelap. Suasana di laut mulai sepi, hanya ada beberapa ikan saja dan mereka bertiga. Akhirnya, mereka m...

Gaung Tanah Baru

Gambar
  Oleh Chelsea Awwaliya Dahulu, ketika senja merunduk pelan Ketika tabuh menembus hampa Pewaris budaya berlari membawa tawa  Sesepuh kampung melangitkan doa Tanah Baru bernapas dalam suara Gong Si Bolong Namamu, setua zaman Dentingmu, menumbuhkan musim  Memanggil tawa, mengiring doa  Jejak leluhur melintasi zaman Namun kini, debu memeluk tubuhmu Sunyi duduk di sisimu  Tanah Baru, perlahan kehilangan gaungmu Sementara riuh dunia terus berlari Namun, matamu terus menunggu kami   Jangan biarkan rindumu membatu Biarkan dentingmu kembali bernapas Selama Tanah Baru masih mengingatmu, Jejak leluhur tak sepenuhnya padam,  Denyut budaya takkan pernah tenggelam. Depok, 10 Agustus 2026

Petualangan Pingo Surili Penjaga Alam

Gambar
Pendongeng: Helza Nourida  Di jantung hutan Jawa Barat, kawasan Gunung Halimun Salak yang hijau dan rimbun, hiduplah seekor Surili bernama Pingo. Teman-teman, tahukah kalian ciri khas Pingo? Ya, rambutnya berwarna abu-abu kebiruan yang cantik dengan dada berwarna putih bersih, serta ekornya yang panjang menjuntai indah. Lengan dan kakinya sangat kuat untuk melompat lincah dari satu dahan ke dahan lain. Pingo memiliki teman baik bernama Abel. Pingo adalah Surili yang cerdik. Ia memanjat pohon, lalu memetik beberapa lembar daun lebar untuk membungkus tangan dan kaki mereka agar tidak panas ketika menyentuh aspal. Dia juga memiliki kebiasaan unik. Jika perutnya terasa kenyang, ia selalu berpegangan pada dahan sambil menggoyangkan badannya yang ramping dan bernyanyi dengan merdu. Ia bersenandung. Namun, hari ini hutan Halimun terasa panas. Pohon-pohon besar telah ditebang oleh manusia. Pingo hanya bisa termenung. Matanya redup memandang batang pohon kesayangannya yang tumbang. Dengan s...