Postingan

Refleksi Ramadhan Tahun 2025

Gambar
Di penghujung Ramadhan ini puncak penantian dan harapan telah terjawab. Aku yang tak pernah membayangkan akan nikmatnya bulan Ramadhan, kini menjadi rindu dan sedih melepasnya pergi. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan. Sebagai orang tua, semua tantangan dalam mendidik buah hati menjadi motivasi bagi diriku untuk mendidik sepenuh cinta demi mendekatkan mereka pada Rabbul Izzati. Awalnya, saat menapaki Ramadhan cukup sulit, tapi dengan berbekal keyakinan dan komitmen, akhirnya upaya yang dilakukan olehku, sebagai seorang ibu mulai membuahkan hasil. Harapanku ke depan agar buah hatiku mendapatkan kesan yang mendalam di bulan Ramadhan dan rindu akan suasana ibadah di bulan suci bersama keluarganya. Ibu adalah contoh teladan juga ayah. Orang tua wajib mendidik putra-putrinya dalam melaksanakan ibadah yaumiyah di bulan suci dengan sepenuh hati tanpa terbebani dan belajar disiplin, ikhlas serta tawakal. Tiada yang mustahil asalkan kita yakin. Meskipun, banyak waktu yang dikorban...

Asupan Fisik dan Psikis Bulan Ramadhan

Gambar
 Sahabat tak terasa waktu begitu cepat berlalu bulan Ramadhan tahun ini hampir berakhir. Andaikan ini Ramadhan terakhir kita, apa yang kita sudah lakukan? Aktivitas di bulan suci Ramadhan begitu padat, bila  kita manfaatkan untuk beribadah jangan ada waktu yang sia-sia.  Kejar pahala di bulan Ramadhan dengan beribadah dan menambah amalan wajib maupun sunah. Bukankah hidup ini harus seimbang? Jangan hanya mementingkan dunia. Jika kita ingin mendapatkan ketenangan jiwa, maka semua hal bisa kita lakukan. Ya, dengan hidup yang bermanfaat. Dalam tulisan ini saya ingin mengajak sahabat agar jangan lupakan Allah. Baca dzikir pagi dan petang, panjatkan doa memohon ampunan Allah Swt agar hidup kita selalu dalam penjagaan-Nya. Jangan lupa menyayangi tubuh kita dengan menjaganya agar tetap sehat karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kondisi psikis kita sangat mempengaruhi mood dan semangat kita dalam beribadah di bulan suci. Maka, ibarat kita sedang menabung jadi...

Jadi Diri Sendiri, Bikin Happy!

Gambar
 Jadi Diri Sendiri, Bikin Happy! Sahabatku, pasti dalam hidup ini selalu ada orang-orang yang nyinyir. Ya, kamu nggak usah khawatir. Ketika ada orang yang bilang, “Kok, kamu sekarang kurusan, jadi kelihatan tua, deh.”  Ada lagi yang bilang, “Kok, sekarang kamu berisi, tambah gendut aja.” Beda lagi yang bilang, “Ih, perutmu kayak orang hamil.” Kalimat yang keluar dari mulut seseorang kadang membuat kita emosi. Ya, mulut-mulut yang bicara tidak memikirkan lawan bicaranya. Mereka menilai kamu seolah-olah ingin mengadili kamu. Mereka itu bicara, tapi tak berpikir. Dengan seenaknya berkomentar, padahal aku tahu kamu hanya butuh didengar.  Aku tahu, betapa kamu ingin sebuah kenyamanan. Ya, bergaul dengan orang-orang yang baik dan sefrekuensi. Dengan circle yang membuat kamu enjoy. Teman yang seperti itu sangat langka. So, tutup telingamu sejenak. Jangan lagi mendengar suara sumbang yang menyakitimu.  Hidup kita bukan untuk mendengar sesuatu yang menyakitkan. Tinggalkan kom...

Ramadhan 2025, Refleksi untuk Perubahan

Gambar
Sahabat, seringkali kita jadi manusia yang suka ikut-ikutan. Kita sibuk mengejar trend. Kita sibuk ingin terlihat ramping, cantik dan kita mengubah suatu hal dari diri sendiri. Awalnya kita tak peduli dengan passion tapi dengan sendirinya kita ikut-ikutan. Ah, malu rasanya jadi muslim karena sebagai muslim kita belum menerapkan kepribadian seorang muslim. Kita manusia yang lebih mementingkan gengsi, egois dan tidak konsisten dengan pilihan hidup kita. Padahal semua itu hanyalah semu. Tidak ada artinya. Malah, kita lupa mana hal yang paling urgent dalam hidup kita.  Di usia yang tidak muda, kita malah berpura-pura seperti orang yang masih muda. Kita tidak mengenal diri sendiri karena sering ikut-ikutan. Oh, tidak. Kita hanya membuang-buang waktu yang sia-sia.  Kita seringkali tak menyadari, setiap orang itu unik dan punya ciri khas. Kita seringkali terjebak oleh lingkungan toxic yang berkali-kali menjadi polemik bagi diri sendiri. Kita masih saja dimanfaatkan dan tidak menyayan...

Sensasi Mengunjungi Perpustakaan Yusuf Kalla kota Depok

Gambar
Petang hari, Selasa 18 Februari 2025 saya mengunjungi perpustakaan Yusuf Kalla Library atau Universitas Islam Internasional Indonesia (UII) di kecamatan Sukmajaya kota Depok Jawa Barat sejujurnya membuat saya takjub. Perpustakaan ini cukup strategis dan mudah diakses transportasinya. Apalagi, kita hanya membayar Rp. 10.000 saja selain biaya parkir. Perpustakaan ini buka pada pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 21.00 WIB. Tersedia bebagai fasilitas yang cukup lengkap. Diantaranya masjid serta bangunan kampus yang begitu megah. Bahkan area parkir yang sangat luas. Anda bisa menggunakan tangga darurat karena lift hanya diperuntukkan untuk karyawan serta pengelola perpustakaan saja. Kebayang, kan di sana Anda bisa berolah raga turun naik tangga. Menariknya, perpustakaan ini memiliki spot membaca yang nyaman, unik dan juga kita bisa enjoy membaca di sana. Suasana di sana yang tenang dan tempat yang nyaman membuat kita ingin berlama-lama berada di sana. Kita juga dimanjakan oleh buku-buku d...

Di bawah Payung Hitam

Gambar
  Aku hanya angin Ditelan bumi  Tak dianggap Tak diterima  Diacuhkan bahkan terbuang. Tidak ada aku pun, tak  mengapa  Kamu masih tetap bisa bernapas, Aku hanya butiran debu Bagai buih yg mudah terhempas  Bagimu aku kecil tak berarti  Tapi bagi mereka, aku payung rasa aman Masih adakah tempat untukku? Tempat paling indah di dalam jiwamu  Masih adakah duniamu untukku? Tempat ku bernaung dari hujan dan badai  Aku ingin punya rumah yang nyaman  Pulang ke persinggahan paling panjang  Apakah artinya aku menyerah pada keadaan? Dahulu, aku ingin jadi pelita  Menerangi cahaya yang dulu redup  Aku ingin jadi lentera  Memberi kehangatan, bagi duniamu yang kedinginan Tapi sekarang tidak lagi, Aku yang sekarang tidak bisa tersenyum bebas  Atau terbang di angkasa  Aku masih berada di sangkar besi Tempat paling mengerikan yang kau ciptakan  Mengapa tidak kau buang? Kenapa masih ada aku disini  Apakah kau belum p...

Ketika Beban Pikiran Menghambat Kesuksesan

Gambar
 Tidak tahu harus ditumpahkan ke mana beban pikiranmu? Tak tahu harus dibawa kemana masalahmu? Kenapa tidak kau tuliskan. Dari tulisan akan menjadi sejarah hidup yang suatu saat bisa kau syukuri. Ya. Tulisan itu akan jadi karya. Suatu saat aku pernah menulis begini: "Sudah dulu ya beban pikiran aku mau istirahat." Tulisan ini aku buat saat hati sedang ditimpa rasa resah. Coba kamu renungkan, bisa tidak kita mengatakan hal itu pada otak?  Seandainya kamu bisa mengontrol pikiranmu sendiri bisa jadi, kamu telah pandai menaklukkan pikiran dan itu prestasi yang luar biasa. Nggak gampang untuk tegas pada diri sendiri. Pastinya selalu terganggu karena si beban pikiran selalu berisik  Coba deh bilang setiap hari, biasakan di lawan. Jangan diiiyakan terus.  Boleh dong melepas beban itu, jadi kamu dan tubuhmu lebih sehat. Apalagi psikismu udah rentan kayak orang lupa sama diri sendiri. Sebentar-sebentar lupa makan, lupa hari, dan bahkan, lupa jumlah rakaat sholat. Emang boleh ...